Main content

Workshop ASDG

Potensi tumbuhan hutan di Indonesia dalam hal ini didominasi oleh hutan tropis perlu terus dipertahankan, salah satunya melalui Area Sumberdaya Genetik Tanaman Hutan (ASDGTH).

Workshop Pembangunan Areal Sumber Daya Genetik dimaksudkan sebagai  starting point serta berbagi informasi (information sharing), berdasar program prioritas perbenihan tanaman hutan yang bertujuan merancang area sumber daya genetic dalam rangka penyediaan materi genetik yang nilai instrisik bagi pembangunan perbenihan tanaman hutan.

 

Workshop Pembangunan Areal Model Sumber Daya Genetik dilaksanakan pada tanggal 28 s/d 30 Nopember 2013 bertempat di Hotel Ros-In Jl. Lingkar Utara Yogyakarta. Adapun peserta workshop berasal dari Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan, Direktorat PHKA, Badan Litbang, Pusdik Kehutanan, Instansi Dinas Kehutanan Propinsi/ Kabupaten/Kota Perum Perhutani serta Pengada Pengedar Benih/Bibit di wilayah BPTH Jawa dan Madura.

Dari kegiatan Workshop Pembangunan ASDG ini dihasilkan suatu rumusan, yaitu perlunya upaya konservasi SDG vegetasi hutan dalam rangka melestarikan keanekaragaman hayati vegetasi hutan di Indonesia yang sedang mengalami ancaman penurunan, serta Konservasi SDG tanaman hutan dilakukan untuk mempertahankan keragaman genetik guna mendukung pelaksanaan pemuliaan tanaman .

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan  Mengajak   Relawan PMI  Berperan Dalam Perbaikan Lingkungan

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan  Mengajak Relawan PMI  Berperan Dalam Perbaikan Lingkungan

Saat ini penduduk bumi telah mencapai sekitar 7,2 milyar jiwa. Dengan jumlah penduduk sebesar itu, membawa konsekuensi terhadap semakin besarnya sumber daya alam yang dibutuhkan untuk pemenuhan kebutuhan dasar bagi kesejahteraan, terutama lahan untuk pertanian, perumahan dan juga industri.

 Pertumbuhan penduduk dan perekonomian mengakibatkan menyatunya kawasan pemukiman, sentra perdagangan dan kawasan industri yang melembaga menjadi wilayah perkotaan. Pesatnya pembangunan prasarana fisik wilayah perkotaan cenderung menghilangkan bentang alam terbuka hijau dan menafiskan pepohonan sebagai paru-paru wilayah perkotaan dan estetika alamiah, sebagaimana telah diamanatkan pada Peraturan Pemerintah No. 63 tahun 2002, luas hutan kota adalah 10% dari luas kota. 

Oleh karenanya, pada acara peringatan HUT PMI  di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan ini, dilakukan penanaman pohon sebagai langkah awal membangun hutan kota di sekitar stadion Demang Lehman Kabupaten Banjar. Selain itu, menurut Prof. Dr. Ir Ginanjar Kartasamita (Plh. Ketua Umum PMI-Pusat)  relawan PMI bersama BPDAS Barito dan BPTH Wilayah Kalimantan telah melaksanakan penanaman sebanyak 5.000 batang atau seluas + 5 hektar untuk menghijaukan kembali lahan-lahan yang terdegradasi di Kabupaten Banjar.  Kegiatan ini dilaksaknakan dengan harapat dapat memberikan sumbangan bagi mitigasi bencana  dari banjir, longsor, dan kekeringan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar mengajak relawan PMI untuk terus berperan dalam perbaikan lingkungan hidup dan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Hal tersebut disampaikan dalam peringatan HUT PMI ke-70 dan peringatan hari lingkungan hidup sedunia yang dilaksanakan di desa Indrasari Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Dengan demikian, Relawan PMI telah banyak berjasa, bukan hanya bagi kemanusiaan, tetapi juga bagi alam. Dengan kegiatan penanaman pohon pada lahan kritis dan daerah tangkapan air/sumber mata air, maka relawan PMI telah berperan menyelamatkan lingkungan sebagai penyangga sistem kehidupan.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyampaikan pula bahwa telah ada nota kesepahaman dengan Menristek-Dikti dan Mendikbud, yang menyepakati bagi setiap peserta didik (mahasiswa dan pelajar) diwajibkan untuk menanam pohon sebagai bagian dari membangun budaya menanam dan memelihara pohon, sedangkan bibitnya akan dipersiapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Demikian pula dengan Kementerian Agama telah sepaham untuk berbagi kebahagian dengan mewajibkan setiap pasangan pengantin baru untuk menanam 5 pohon. Dengan demikian, budaya menanam dan memelihara pohon sekaligus cinta lingkungan akan mulai terbangun sejak usia dini dan juga pasangan muda

Sekretaris Daerah Nasrunsyah yang mewakili Bupati Banjar juga mengatakan Pemerintah Kabupaten Banjar akan selalu mendukung segala kegiatan yang bertujuan menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Baik itu kegiatan yang dilakukan oleh PMI, Badan Lingkungan Hidup, ataupun organisasi lainnya.

“Masyarakat tidak perlu segan – segan meminta keterlibatan Pemerintah Kabupaten Banjar dalam melaksanakan kegiatan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan di wilayah Kabupaten Banjar,” pesan Nasrunsyah.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, didampingi Ketua Palang Merah Indonesia Pusat Ginanjar Kartasasmita, Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Arsyadi dan Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar Nasrunsyah berkenan penanaman pohon bersama, melepas 200 ekor burung dan menyerahkan penghargaan kepada 30 orang yang telah berjasa besar terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan di Kabupaten Banjar.

 

In House Training Sumber Benih

In house training Pengelolaan Sumber Benih diselenggarakan di Hotel Jatinangor pada tanggal 5 Desember 2013. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pegawai Balai Perbenihan Tanaman Hutan Jawa dan Madura dalam menjalankan tupoksinya.Adapun peserta kegiatan yaitu pegawai BPTH Jawa dan Madura dengan jumlah peserta 17 orang.

Dalam kegiatan ini bertindak sebagai narasumber antara lain, Dr. Ir. Apik Karyana, Kepala Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal Kementerian Kehutanan, dan DR. Ir. Budi Leksono, MP dari Badan Litbang Kementerian Kehutanan. Materi yang disampaikan dalam in house training ini adalah mengenai teknis penyusunan RK dan laporan kegiatan, teknis penyusunan rancangan pembangunan

PENANAMAN SERENTAK UNTUK MENURUNKAN SEDIMENTASI WADUK WADASLINTANG DAN SEMPOR

Upaya memulihkan kerusakan hutan dan lahan yang merupakan bagian dari penyelamatan lingkungan hidup, mensyaratkan adanya kembali tegakan-tegakan pohon. Bukan hanya satu atau beberapa batang pohon, namun sampai ribuan atau bahkan sampai jutaan batang pohon,  agar fungsi lahan dapat dikembalikan seperti semula.

 

Anggota komisi IV DPR-RI Ir. Darori dalam sambutannya menyampaikan bahwa waduk Wadaslintang mempunyai peran yang strategis bagi masyarakat di 6 kabupaten, baik bagi sektor pertanian, energi dan wisata. Oleh karenanya, acara penanaman serentak yang dilaksanakan pada tanggal 9 Mei 2015 ini, ditujukan untuk menggugah kembali kesadaran seluruh masyarakat untuk menggiatkan penanaman pohon, disamping kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah dan pusat. Penanaman pohon merupakan upaya pengendalian erosi dan aliran permukaan menggunakan teknik konservasi tanah vegetatif, yang efisien dalam mempertahankan dan meningkatkan kesuburan/ produktivitas lahan. Selain itu, diharapkan Dirjen BPDASPS dapat mendukung pembuatan model-model hutan desa konservasi dan mengadop RHL dengan kegiatan-kegiatan model Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GERHAN) pada DAS Serayu.

Untuk mengurangi sedimentasi pada daerah tangkapan air waduk Wadaslintang dan Sempor, Direktur Jenderal BPDASPS Dr. Hilman Nugroho meminta masyarakat dan para Bupati beserta jajarannya (Kabupaten Kebumen, Banjarnegara, Purworejo, Wonosobo, Banyumas, Purbalingga) untuk menanam pohon dengan jenis yang tepat sesuai dengan peruntukannya. Untuk keperluan pengendalian erosi, agar dipilih tanaman yang memiliki perakaran dalam, berdaun lebar, dan tidak menggugurkan daun. Disamping itu, diharapkan masyarakat dan pemerintah daerah mengendalikan penebangan pohon dengan sistem tebang pilih dan menghindari land clearing pada tanaman hutan rakyat.

Untuk menurunkan tingkat erosi di waduk Wadaslintang, Sempor dan  Sermo, pada tahun 2015 ini  Kementerian LHK telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 19,3 milyar dari dana APBN dan DAK kepada 6 Kabupaten tersebut. Anggaran tersebut akan dipergunakan untuk membangun 58 unit Kebun Bibit Rakyat (KBR), 68 unit PPMPBK, pembangunan agroforestry seluas 350 Ha, dll.

 

Kunjungan Kerja Komisi IV DPR-RI ke Persemaian Permanen BPDAS Palu Poso.

Palu, 28 April 2015

Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI, Drs. H. Ibnu Multazam  meminta agar persemaian permanen BPDAS Palu Poso yang berlokasi di komplek Universitas Tadulako Palu dapat meningkatkan motivasi mahasiswa untuk menanam dan memelihara pohon. Untuk itu, disamping terus memproduksi bibit-bibit berkualitas, BPDAS Palu Poso harus dapat mendorong masyarakat provinsi Sulawesi Tengah untuk gemar menanam dan memelihara pohon.

 

Pada kunjungan kerja ke Persemaian permanen BPDAS Palu Poso tanggal 28 April 2015, seluruh anggota rombongan komisi IV DPR-RI berkesempatan menanam pohon penghijauan (Swietinia mahagoni)di halaman persemaian permanen yang dibangun pada tahun 2012 tersebut.

Pada saat mendampingi Komisi IV DPR-RI, Direktur Jenderal Bina Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial  mengingatkan agar :

1.    Manfaatkan persemaian permanen untuk sarana pendidikan dan pengembangan hasil penelitian;

2.    Bibit di persemaian permanen harus terus tersedia sepanjang tahun;

3.    Mengembangkan tanaman unggulan lokal (eboni), minimal 20% dari total produksi;

4.    Segera mendistribusikan bibit yang telah siap tanam.


Selain itu, BPDAS pun diharapkan menyusun rencana dalam jangka menengah, mulai dari rencana produksi bibit, distribusi, sampai dengan mempersiapkan kemitraan petani dengan usahawan. Bibit diproduksi sesuai kebutuhan masyarakat,  dan permintaan pasar kayu/hhbk, untuk menampung hasil panen. Dengan demikian, keberadaan persemaian permanen bukan hanya sekedar memproduksi bibit, tetapi juga sampai dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperbaiki kondisi lingkungan.

Dengan adanya persemaian permanen ini, BPDAS Palu Poso diharapkan dapat berperan lebih besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Sulawesi Tengah.

 

Foto://Tri A.W

 

 

 

 

KOMISI IV DPR-RI: PERSEMAIAN PERMANEN KIMA ATAS MANADO SULAWESI UTARA  “DIPERLUAS”

Ketua Komisi IV DPR-RI, Edhi Prabowo, MM, MBA  meminta agar persemaian permanen meningkatkan produktivitasnya melalui penggunaan teknologi baru   pada sistem kultur jaringan dan memperluas areal lahan persemaian permanen.

 

Mengawali kunjungan kerja Komisi IV DPR-RI tanggal 23 s/d 26 Febuari 2015 ke Provinsi Sulawesi Utara tersebut, Ketua Komisi IV DPR-RI di Persemaian Permanen Kima Atas Manado, mengingatkan agar persemaian permanen yang dikelola BPDAS Tondano tersebut juga melakukan diversifikasi produksi bibit terutama jenis-jenis yang dibutuhkan oleh masyarakat setempat, khususnya jenis aren (Arenga pinnata), yang merupakan tanaman multi guna dan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Sulawesi Utara setelah Cengkeh, dan Kelapa.

Selain itu, BPDAS pun diharapkan menyusun rencana dalam jangka menengah, mulai dari rencana produksi bibit, distribusi, sampai dengan mempersiapkan kemitraan petani dengan usahawan. Bibit diproduksi sesuai dengan kesesuaian jenis dan kebutuhan masyarakat,  kebutuhan hasil, Inventarisasi kebutuhan masyarakat   dan permintaan pasar kayu/hhbk, untuk menampung hasil panen. Dengan demikian, keberadaan persemaian permanen bukan hanya sekedar memproduksi bibit, tetapi juga sampai dengan tujuan untuk mengikatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperbaiki kondisi lingkungan.

 

Dengan adanya persemaian permanen ini, BPDAS Tondano sebagai perencana dan evaluator pengelolaan DAS diharapkan dapat berperan lebih besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Sulawesi Utara.